Tampilkan postingan dengan label Karya Sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Sendiri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Contoh Laporan Praktikum Kegiatan Mata Pelajaran IPA

Tidak ada komentar:
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PENGETAHUAN ALAM PEMBUATAN DONAT KETELA
Disusun Untuk Melengkapi Tugas Ilmu Pengetahuan Alam



Disusun Oleh  :
1.      Tiara Puspa Anugerah Putri                (03/9A)
2.      Tanzilla Salsabila                                 (09/9A)
3.      Yeni Dwi Sulistyowati                       (11/9A)
4.      Faiza Bela Salsabila                            (31/9A)
5.      Ivan Zain                                             (35/9A)






Tahun Pelajaran 2014-2015


BAB I
PENDAHULUAN


1.1            Latar Belakang
Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan mahluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. Bioteknologi dapat digolongkan menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi bahan makanan.
Salah satu bahan yang paling penting digunakan dalam pembuatan donat adalah fermipan. Fermipan adalah brand ragi yang diproduksi di Perancis. Ragi adalah suatu macam organisasi ber-sel tunggal yang termasuk ke dalam satu rumpun cendawan. Ragi berasal dari semacam organism sebangsa jamur pemakan gula dengan nama ”Saccharomyces Cerevisieae” yang akan menghasilkan CO2 dalam proses pembuatan adonan donat. CO2 tersebut akan ditangkap oleh “gluten” sehingga adonan bisa cepat mengembang.

1.2            Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang mendasari dilakukanya praktikum ini, yaitu bagaimanakah cara pembuatan donat dengan bantuan fermipan.

1.3            Tujuan Praktikum
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu, untuk mengetahui bagaimanakah cara pembuatan donat dengan bantuan fermipan.

1.4            Manfaat Praktikum
Manfaat praktikum yang ingin dicapai yaitu, agar mengetahui bagaimana cara pembuatan donat dengan bantuan fernipan.


BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1     Waktu dan Tempat
Praktikum pembuatan donat dengan menggunakan fermipan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 24 November 2014. Pukul 13:30. Bertempat di dapur rumah Yeni Dwi Sulistyowati
2.2     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pembuatan donat menggunakan fermipan ini adalah :
1)      Kompor
2)      Pisau
3)      Nampan
4)      Penggorengan
5)      Wadah
Bahan yang digunakan dalam pembuatan donat menggunakan fermipan ini adalah :
1)      Ketela, yang sudah ditumbuk halus seberat 250 gram
2)      Tepung terigu tinggi protein, seberat 250 gram
3)      Gula pasir, seberat 50 gram
4)      Susu bubuk, seberat 15 gram
5)      Mentega, sebanyak 1 sendok makan atau seberat 15 gram
6)      Minyak goreng, secukupnya
7)      Telur, sebanyak 1 butir
8)      Pewarna makanan merah, secukupnya
9)      Air, secukupnya
10)  Fermipan, secukupnya
2.3     Prosedur Kerja
Prosedur yang dilakukan dalam proses pembuatan donat menggunakan fermipan adalah sebagai berikut :
1)      Ketela yang sudah ditumbuk kami campurkan dengan gula, mentega, tepung terigu, dan susu bubuk di dalam wadah
2)      Bahan-bahan yang sudah dicampur kemudian diuleni sampai halus dengan menggunakan tangan
3)      Kami mencampurkan fermipan, sebanyak satu sendok teh dengan air
4)      Setelah itu, kami mencampurkan campuran fermipan tersebut dengan adonan yang telah diuleni hingga halus dan rata
5)      Kami mendiamkan adonan tersebut selama 15 menit
6)      Setelah didiamkan selama 15 menit, kami mencetak adonan sesuai dengan bentuk donat
7)      Kami kemudian memasukkan adonan ke dalam wadah dan menutupnya dengan kain basah selama kurang lebih 1 jam
8)      Setelah 1 jam, kami menggoreng adonan tersebut hingga kekuning-kuningan
9)      Kami kemudian mengangkat dan meniriskan adonan


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1     Hasil Praktikum
Dari kegiatan praktikum yang telah kami lakukan maka kami mendapatkan hasil berupa beberapa buah donat, dan yang terpenting kami dapat mengetahui secara langsung bagaimana proses pembuatan donat menggunakan fermipan yang termasuk dalam materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, bab Bioteknologi Konvensional

3.2     Pembahasan
Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan donat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bahan utama dan bahan pembantu. Yang dapat digolongkan dalam bahan utama yaitu : tepung terigu, gula, mentega, telur, air, dan fermipan. Tepung terigu mengandung dua macam protein yang memegang peranan penting dalam pembuatan roti, yaitu protein gluten berfungsi menentukan struktur produk roti dan memberikan kekuatan pada adonan untuk menahan gas dari aktivitas ragi, dan protein glutenin yang memberikan elastisitas dan kekuatan untuk perenggangan terhadap gluten. Fungsi fermipan dalam pembuatan donat adalah untuk proses aerasi adonan dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida, sehingga mematangkan dan mengempukan gluten dalam adonan. Kondisidari gluten ini akan memungkinkan untuk mengembangkan gas secara merata dan menahannya, membentuk cita rasa akibat terjadinya proses fermentasi.


BAB IV
PENUTUP

4.1     KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa donat adalah makanan yang dibuat dengan menggunakan prinsip bioteknologi konvensional, karena pada saat proses pembuatanya, rmipan










 



                                                                            








Continue Reading...

Contoh Pertanyaan Wawancara Karya Tulis Ilmiah beserta Jawabanya

Tidak ada komentar:

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA

A.           Guru:

Pertanyaan:

1.             Menurut Ibu/Bapak,  apa saja dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan formalin dan boraks pada jajanan siswa?
2.             Menurut  Ibu/Bapak, apakah manfaat dilakukan penyuluhan tentang bahaya dari penggunaan formalin dan boraks?
3.             Menurut Ibu /Bapak, apa saja ciri-ciri dari jajanan yang mengandung boraks?
4.             Menurut Ibu/Bapak, apa saja ciri-ciri dari jajanan yang mengandung formalin?
5.             Bagaimana reaksi tubuh bila mengkonsumsi jajanan yang mengandung formalin dan boraks?
6.             Mengapa setelah mengonsumsi formalin dan boraks dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan dampak yang buruk terhadap kesehatan?
7.             Menurut Ibu/Bapak bagaimana seharusnya peredaran formalin dan boraks yang diatur dalam Negara Republik Indonesia?
8.             Menurut Ibu/Bapak mengapa formalin dan boraks dapat dikategorikan sebagai  bahan karsinogenik?
9.             Menurut Ibu/Bapak apa saja yang perlu disosialisasikan mengenai formalin dan boraks?
10.         Bagaimanakah cara Ibu/Bapak untuk menguji kandungan boraks dan formalin dalam jajanan?

Jawaban :

1.             Dampaknya tidak terlihat dalam jangka waktu yang pendek. Untuk dapat terlihat maka boraks/formalin harus diakumulasi terlebih dahulu dalam tubuh. Gejala langsung yang dapat kita lihat, antara lain : mual dan pusing. Sedangkan gejala yang muncul secara tidak langsung, antara lain : kanker, gangguan pada hati, dan gangguan pada ginjal
2.             Supaya para siswa mengenal tindakan preventif sebelum terkena dampaknya supaya lebih dapat menyeleksi jajanan yang mengandung dan tidak mengandung boraks/formalin.
3.             Tekstur jajanan yang mengandung boraks akan lebih kenyal, jajanan tidak mudah basi dalam jangka waktu 2-3 hari dalam suhu kamar, sedangkan pada jajanan yang tidak mengandung bahan kimia, normalnya hanya bertahan selama 1 hari dalam suhu kamar. Biasanya jajanan ini memiliki rasa yang asin dan juga pahit, tetapi rasa pahit dari jajanan biasanya masih tertingggal di bagian pangkal dari lidah.
4.             Tekstur jajanan yang mengandung formalin cenderung tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Namun bila dicium biasanya terdapat aroma obat di dalam jajanan, semakin menyengat aroma dari obat tersebut maka semakin pekat konsentrasi  formalin dari jajanan tersebut. Dari rasa hampir tidak ada perbedaan rasa dari jajanan yang mengandung formalin dengan yang tidak. Untuk lebih jelasnya maka diperlukan pengujian laboratorium.
5.             Pertama di bagian pangkal lidah akan terdapat rasa pahit yang tertinggal. Kemudian ketika jajanan yang mengandung formalin atau boraks bergerak menuju kerongkongan maka akan meninggalkan rasa sakit di faring yang kerap disebut dengan faringitis. Ketika berada di lambung maka akan menyebabkan perasaan mual dan kembung. Hal ini terjadi karena formalin dapat berubah menjadi gas. Formalin/boraks kemudian akan diserapke pembuluh darah untuk di edarkan ke seluruh tubuh. Hal ini akan mengakibatkan rasa sering haus, rasa sering haus ini juga akan mengakibatkan rasa ingin buang air kecil. Jika jajanan tersebut masih dikonsumsi dalam jangka panjang, maka hal yang paling utama terjadi adalah kanker hati.
6.             Karena dosis formalin/boraks sudah melebihi ambang batas, maka hal ini akan menyebabkan dosisnya tidak dapat diserap oleh hati. Formalin/boraks yang tidak dapat diserap oleh hati  kemudian akan bergerak bersama darah melalui pembuluh darah menuju ke ginjal. Ginjal akan menyerp dosis formalin/boraks yang tidak dapat diserap hati. Apabila terdapat kerusakan pada ginjal, maka formalin/boraks akan  kembali terbawa lagi ke dalam darah yang sudah dibersihkan oleh ginjal untuk diedarkan seluruh tubuh terutama otak dan jantung. Hal ini juga mengakibatkan dosis formalin/boraks dapat terakumulasi dalam otak yang dapat mengakibatkan kanker otak.
7.             Untuk formalin dan boraks tentunya dapat dengan mudah untuk dibeli di pasaran tanpa memerluka ijin dari dokter. Ketidak tahuan dosis aman dari penggunaan formalin dan boraks inilah yang kemudian membuat para pedagang untuk menambahka formalin dan boraks dengan takaran sendiri. Hal ini juga dilakukan demi mendapat keuntungan yang besar.
8.             Tubuh sendiri tidak dapat menetralkan atau menguraikan formalin dan boraks dalam jumlah yang besar. Hal ini tentu akan mengakibatkan zat tersebut terakumulasi dalam organ-organ tubuh. Yang memicu terjadinya kanker.
9.             Untuk sosialisasi kepada siswa kita hanya perlu menunjukkan saja bahaya dari penggunaan formalin/boraks serta ciri-cirinya. Paling tidak kader dari UKS dapat memberi contoh agar siswa tidak mengkonsumsi jajanan yang mengonsumsi jajanan yang mengandung formalin/boraks.
10.         Dapat kita lakukan dengan uji nyala. Menggunaka asam sulfat pekat yang ditambahkan dengan methanol, kemudian kita sulut dengan api. Apabila pinggiran dari api berwarna kehijau-hijauan maka dapat dipastikan apabila jajanan tersebut positif mengadung boraks. Untuk menguji ada atau tidaknya kandungan formalin dalam jajanan, kita dapat menggunakan larutan kalium permanganat. Jajanan yang dicurigai mengandung formalin kemudian kita masukkan kedalam larutan kalium permanganat. Apabila warna dari kalium permanganat yang semula berwarna ungu berubah menjadi bening maka jajanan tersebut positif mengandung formalin.


B.            Siswa     :

Pertanyaan       :

1.             Apakah Anda dapat menyebutkan apa saja dampak negatif dari boraks dan formalin dalam jajanan?
2.             Dapatkah anda menyebutkan apa ciri-ciri dari jajanan yang mengandung boraks?
3.             Dapatkah Anda menyebutkan apa ciri-ciri dari jajanan yang mengandung formalin?
4.             Apakah manfaat diadakan penyuluhan mengenai bahaya dari penggunaan boraks dan formalin dalam jajanan siswa?
5.             Menurut anda mengapa formalin dan boraks digolongkan sebagai zat kimia berbahaya?
6.             Apa yang anda lakukan bila jajanan yang anda konsumsi terindikasi mengandung formalin/boraks?
7.             Menurut Anda  mengapa boraks/formalin dilarang digunakan sebagai bahan campuran jajanan?
8.             Apa saja yang perlu disosialisasikan mengenai formalin dan boraks?
9.             Menurut Anda apa saja yang dapat dilakukan untuk menekan penggunaan formalin dan boraks dalam jajanan?
10.         Bagaimanakah cara anda untuk menguji adanya kandungan boraks dan formalin dalam jajanan yang anda konsumsi?                                                                           


Jawaban           :

1.             Dalam jangka panjang boraks/formalin yang terus-terusan dikonsumsi akan mengakibatkan pengakumulasian didalam organ-organ tubuh yang dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker.
2.             Memiliki tekstur yang cenderung baik, lebih kenyal, dan lebih tahan lama
3.             Akan sulit untuk basi, biasanya dapat bertahan lebih lama daripada jajanan yang tidak mengandung bahan pengawet atau bahan yang mengandung bahan pengawet alami
4.             Menambah wawasan siswa mengenai ciri-ciri jajanan yang mengandung formalin/boraks dan supaya tahu dampak negatif dari mengonsumsi jajanan yang mengandung formalin/boraks
5.             Apabila digunakan secara terus-menerus walaupun dalam dosis yang sedikit, maka akan menyebabkan akumulasi formalin/boraks didalam tubuh sehingga menimbulkan dampak yang negatif dalam jangka waktu yang panjang.
6.             Apabila sudah terjadi kecanduan maka yang akan dilakukan adalah mengurangi konsumsi dari jajanan tersebut secara terus-menerus hingga hilang rasa ingin mengonsumsinya lagi. Namun lebih baik jika dapat dihindari mengkonsumsi jajanan tersebut sebelum kecanduan.
7.             Untuk membuat jajanan lebih awet dan memperbaiki terkstur sehingga mendapatkan laba yang besar
8.             Untuk siswa yang perlu disosialisasikan, antara lain : ciri-ciri dari formalin dan boraks, dampak negatif dari jajanan yang menggunakan formalin dan boraks, serta cara untuk mengetahui kandungan formalin dan boraks dalam jajanan.
9.             Dapat menggunakan bahan pengawet alami atau cara alami untuk mengawetkan jajanan untuk menggantikan penggunaan formalin, serta menggunakan bahan pengenyal alami untuk menggantikan penggunaan boraks.
10.         Dapat dilihat dari ciri-cirinya, antara lain : sukar membusuk, sangat kenyal, serta berbau menyengat.





Continue Reading...